LAPORAN KHUSUS
ANALISIS MIKROBIOLOGI
ANALISIS BAKTERI COLIFORM TERHADAP SAMPEL AIR SUNGAI
MENGGUNAKAN METODE MPN 5 TABUNG
DISUSUN OLEH :
DEWI ANGGIANA PUTRI 111210479/9963617456
YAYASAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DAN
MUTU KEHIDUPAN NUSANTARA
SMK ANALIS KIMIA NUSA BANGSA BOGOR
2013
I TUJUAN
Agar siswa
dapat melakukan uji MPN (Most Permiable Number) / APM (Angka Paling Mungkin)
terhadap sampel air sungai dengan metode 5 tabung dengan baik dan benar.
II. WAKTU PELAKSANAAN
Tanggal mulai : 8 Januari 2013
Tanggal selesai: 7 Februari 2013
III. DASAR TEORI
Metode MPN (Most
Probable Number) terdiri dari 3 tahap, yaitu uji pendugaan (persumtive test),
uji konfirmasi (confirmed test) dan uji kelengkapan (completed test). Dalam uji
tahap pertama, keberadaan coliform masih dalam tingkat probabilitas rendah,
masih dalam dugaan. Uji tersebut mendeteksi sifat fermentatif coliform dalam
sampel.
Metode MPN secara garis
besar dibagi menjadi 2 metode analisis, yaitu metode MPN 3 tabung dan metode
MPN 5 tabung. Metode MPN 3 tabung dilakukan untuk menghitung perkiraan jumlah
mikroba terhadap sampel berbentuk cair
yang sudah dalam kemasan, sedangkan metode MPN 5 tabung dilakukan untuk
menghitung perkiraan jumlah mikroba
terhadap sampel berbentuk cair namun lebih mengindikasikan kepada air.
Prosedur tabung
fermentasi dapat digunakan untuk menghitung bakteri golongan coli tinja secara
tidak langsung. Prosedur ini menggunakan tabung-tabung yang mengandung media
tertentu, dan pertumbuhan populasi bakteri diamati pada beberapa pengenceran.
Dengan pemeriksaan ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri pada setiap
konsentrasi volume pengenceran, maka jumlah populasi bakteri golongan coli
tinja dapat diperkirakan secara statistic
Bakteri golongan coli
tinja mempunyai kemampuan untuk memfermentasikan lactose pada suhu 44,5° ±0,2°C selama waktu 24 jam± 2jam, dan kemampuan ini merupakan
dasar dari analisa bakteri golongan coli tinja dengan prosedur tabung
fermentasi. Adanya pertumbuhan kecuali tinja dapat di ketahui bila ada gas pada
tabung durham, yaitu tabung kecil volum ± 2ml yang ditempatkan dalam tabung
fermentasi. Tabung durham berisi cairan yang sama dengan yang ada dalam tabung
fermentasi dan letaknya terbalik sehingga sebagian gas asal fermentasi
tertangkap didalam tabung durham terebut
IV. PRINSIP
KERJA
Pertumbuhan bakteri coliform yang
ditandai dengan terbentuknya gas dalam tabung durham, setelah contoh
diinkubasikan dalam pembenihan yang cocok pada suhu 36± 1°C selama 24-48 jam dan selanjutnya
dirujuk pada table APM
V.
ALAT DAN BAHAN
ALAT BAHAN
1. Autoclave 1. Aquadest
2. Batang pengaduk 2.
Media Endo Agar
3. Bulp 3.
Media Lactose Broth
4. Bunsen 4.
Media Brilliant Green Lactose Bile Broth 2%
5. Cawan petri 5.
Sampel Air Sungai
6. Gelas piala
7. Gelas ukur
8. Hotplate
9. Incubator
10. Kaca arloji
11. Kawat ose
12. Labu Erlenmeyer
250ml & 1000ml
13. Neraca
14. Pipet ukur 1ml&10ml
15. Rak tabung
16. Spatula
17. Tabung durham
18. Tabung reaksi
VI. PROSEDUR KERJA
A. PREPARASI ALAT
1. Disiapkan alat yang akan di sterilisasi
2. Dibilas alat dengan air, alcohol, dan keringkan.
3. Disumbat mulut pipet dengan kapas
4. Dibungkus alat menggunaka Koran
5. Disterilisasi alat menggunakan oven dengan suhu
160-180°C
selama 1 jam.
B.
PEMBUATAN
MEDIA LACTOSE BROTH
a.
Media Lactose
Broth Double Strength
1. Ditimbang 9.1002 gram Lactose Broth
2. Dilarutkan kedalam labu Erlenmeyer sampai volume
larutan 400ml
3. Dipipet sebanyak 10ml Lactose broth double strength
dan dimasukkan kedalam 5 tabung reaksi yang berbeda yang sebelumnya sudah
dimasukkan tabung durham terbalik. Sumbat dengan kassa.
4. Disterilisasi media tersebut menggunakan autoclave.
5. Dibiarkan suhu dan tekanan naik hingga mencapai suhu
121°C dan tekanan
1 atm selama ±1jam
b.
Media Lactose
Broth Single Strength
1. Ditimbang 4.5000 gram Lactose Broth
2. Dilarutkan kedalam labu Erlenmeyer sampai volume
larutan 400ml
3. Dipipet sebanyak 5ml Lactose broth double strength dan
dimasukkan kedalam 10 tabung reaksi yang berbeda yang sebelumnya sudah
dimasukkan tabung durham terbalik. Sumbat dengan kassa.
4. Disterilisasi media tersebut menggunakan autoclave.
5. Dibiarkan suhu dan tekanan naik hingga mencapai suhu
121°C dan tekanan
1 atm selama ±1jam
C.
UJI SANGKAAN
(PERSUMTIVE TEST)
1. Dimasukkan 10ml sampel air sungai kedalam 5 tabung
reaksi yang berbeda yang berisi 10ml media Lactose Broth Double Strength yang
sebelumnya sudah dimasukkan tabung durham terbalik
2. Dimasukkan 1ml sampel air sungai kedalam 10 tabung
reaksi yang berbeda yang berisi 5ml media Lactose Broth Single Strength yang
sebelumnya sudah dimasukkan tabung durham terbalik
3. Disimpan semua tabung pada lemari pengeram (incubator)
pada suhu 36 ±1°C selama
24-48jam.
4. Dicatat jumlah
tabung yang membentuk gas pada masing masing tabung setelah 24 jam, dan simpan
kembali tabung ke dalam incubator pada suhu 36 ±1°C selama 24 jam selanjutnya dan catat jumlah tabung
yang membentuk gas pada waktu 2x24jam.
D.
PEMBUATAN MEDIA BRILLIANT GREEN LACTOSE BILE BROTH 2%
1.
Ditimbang sebanyak 20.0000 gram BGLBB
2.
Dilarutkan kedalam labu Erlenmeyer sampai volume
larutan 500ml
3.
Dipanaskan dalam suhu hangat
4.
Dipipet 10ml media BGLBB 2% tersebut dan dimasukkan
kedalam 15 tabung reaksi yang berbeda yang sebelumnya sudah
dimasukkan tabung durham terbalik.
5.
Disterilisasi
media tersebut menggunakan autoclave.
6.
Dibiarkan
suhu dan tekanan naik hingga mencapai suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam
E.
UJI PENEGASAN (CONFIRMED TEST)
1.
Dipindahkan sebanyak 1 sengkelit dari tiap tabung yang
membentuk gas pada media LBDS & LBSS ke dalam tabung yang berisi 10ml BGLBB
2%.
2.
Dimasukkan semua tabung kedalam lemari pengeram
(incubator) pada suhu 36±1 °C selama 24-48jam.
Adanya gas pada tabung BGLBB 2% memperkuat adanya
bakteri E.coli dalam contoh.
3.
Dicatat jumlah tabung yang membentuk gas pada uji
penegasan di masing masing tabung
F.
PEMBUATAN MEDIA ENDO AGAR
1.
Ditimbang endo agar 22.8300 gram
2.
Dilarutkan di dalam labu Erlenmeyer dengan aquadest
hingga volume larutan 550ml.
3.
Dipanaskan dalam suhu hangat
4.
Dipipet 12ml media endo agar tersebut dan dimasukkan
kedalam 15 tabung reaksi yang berbeda yang sebelumnya sudah
dimasukkan tabung durham terbalik.
5.
Disterilisasi
media tersebut menggunakan autoclave.
6.
Dibiarkan
suhu dan tekanan naik hingga mencapai suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam
G.
UJI
KESEMPURNAAN (COMPLETED TEST)
1. Dipindahkan 12ml endo agar dari tabung reaksi ke cawan
petri secara aseptic
2. Disterilkan kawat ose dengan cara dipanaskan hingga
berpijar diatas api mulai dari pangkal hingga ujung kawat ose
3. Dibuka sumbat kapas, dipanaskan mulut tabung diatas
api sambil digerakkan ke kanan-kiri sebanyak 2 kali
4. Diambil sedikit biakan dari media BGLBB 2% didalam
tabung oleh bagian sudut kawat yang sudah dipijarkan. Pada saat pengambilan
dianjurkan untuk menempelkan kawat ose panas di pinggir tabung agar tidak
terlalu panas.
5. Diambil cawan petri yang berisi media endo agar yang
sudah mengeras
6. Dioles biakan
di kawat ose tersebut kedalam cawan petri yang berisi media endo agar pada
bagian atas, bawah, kanan, kiri dan tengah sebanyak 5 kali olesan. Diberi label.
7. Dimasukkan semua
cawan petri kedalam lemari pengeram
(incubator) pada suhu 36±1 °C selama 24-48jam. Adanya goresan logam yang
mengkilap pada cawan petri yang berisi
media endo agar memperkuat adanya bakteri E.coli dalam contoh
VII. PENGAMATAN
1. WAKTU STERILISASI ALAT
Waktu
masuk sterilisasi : 14.30 WIB
Waktu
keluar sterilisasi : 15.30 WIB
2.
PEMBUATAN
MEDIA LBDS & LBSS
a. Data penimbangan Lactose Broth Double Strength
Bobot kaca arloji + zat = 30.0429 gram
Bobot zat =
9.1002 gram
b. Data penimbangan Lactose Broth Single Strength
Bobot kaca arloji + zat = 25.5651 gram
Bobot zat =
4.5501 gram
c. Waktu sterilisasi media LBDS & LBSS
Jam masuk = 15.00
WIB
Jam mendesis = 15.05
WIB
Jam sterilisasi = 15.35 WIB
Jam selesai sterilisasi = 15.50
WIB
Jam keluar = 15.58
WIB
3. PENGAMATAN UJI PENDUGAAN (PERSUMTIVE TEST)
|
NO
|
MEDIA
|
SERI
|
24 JAM
|
48 JAM
|
|
1
|
LBDS
|
1
|
+
|
+
|
|
2
|
+
|
+
|
||
|
3
|
+
|
+
|
||
|
4
|
+
|
+
|
||
|
5
|
+
|
+
|
||
|
2
|
LBSS
(sampel 1 ml)
|
1.1
|
+
|
+
|
|
1.2
|
+
|
+
|
||
|
1.3
|
+
|
+
|
||
|
1.4
|
+
|
+
|
||
|
1.5
|
+
|
+
|
||
|
3
|
LBSS
(sampel 0.1ml)
|
2.1
|
+
|
+
|
|
2.2
|
+
|
+
|
||
|
2.3
|
+
|
+
|
||
|
2.4
|
+
|
+
|
||
|
2.5
|
+
|
+
|
2.
PEMBUATAN
MEDIA BGLBB 2 %
a. Data penimbangan Brilliant Green Lactose Bile Broth
Bobot kaca arloji + zat = 40.8021 gram
Bobot zat = 20.0002
gram
b. Waktu sterilisasi media BGLBB 2%
Jam masuk = 14.40
WIB
Jam mendesis = 14.55
WIB
Jam sterilisasi = 15.12 WIB
Jam selesai sterilisasi = 15.28
WIB
Jam keluar = 15.35
WIB
3.
PENGAMATAN
UJI PENEGASAN (CONFIRMED TEST)
|
NO
|
MEDIA
|
MEDIA HASIL BIAKAN
|
SERI
|
WAKTU
|
|
|
24 JAM
|
48
JAM
|
||||
|
1
|
BGLBB 2%
|
LBDS
|
1
|
+
|
+
|
|
2
|
+
|
+
|
|||
|
3
|
-
|
+
|
|||
|
4
|
-
|
+
|
|||
|
5
|
-
|
+
|
|||
|
2
|
BGLBB 2%
|
LBSS
(sampel 1 ml)
|
1.1
|
-
|
+
|
|
1.2
|
-
|
+
|
|||
|
1.3
|
-
|
+
|
|||
|
1.4
|
-
|
+
|
|||
|
1.5
|
-
|
+
|
|||
|
3
|
BGLBB 2%
|
LBSS
(sampel 0.1ml)
|
2.1
|
+
|
+
|
|
2.2
|
-
|
-
|
|||
|
2.3
|
+
|
+
|
|||
|
2.4
|
-
|
+
|
|||
|
2.5
|
-
|
+
|
|||
4.
PEMBUATAN
MEDIA ENDO AGAR
a. Takaran media endo agar = 41.5000 gram dalam 1 liter
Jadi untuk membuat media endo agar
sebanyak 550ml dibutuhkan endo agar sebanyak 22.83 gram.
b. Waktu sterilisasi media endo agar
Jam masuk = 14.55 WIB
Jam mendesis = 15.10
WIB
Jam sterilisasi = 15.28 WIB
Jam selesai sterilisasi = 15.43
WIB
Jam keluar = 15.48
WIB
5.
PENGAMATAN
UJI KESEMPURNAAN (COMPLETED TEST)
|
NO
|
MEDIA
|
MEDIA HASIL
BIAKAN
|
SERI
|
WAKTU
|
|
|
24 JAM
|
48
JAM
|
||||
|
1
|
Endo agar
|
LBDS
|
1
|
+
|
+
|
|
2
|
+
|
+
|
|||
|
3
|
-
|
-
|
|||
|
4
|
-
|
-
|
|||
|
5
|
+
|
+
|
|||
|
2
|
Endo agar
|
LBSS
(sampel 1 ml)
|
1.1
|
-
|
-
|
|
1.2
|
-
|
-
|
|||
|
1.3
|
-
|
-
|
|||
|
3
|
Endo agar
|
LBSS
(sampel 0.1ml)
|
2.1
|
+
|
+
|
|
2.2
|
-
|
-
|
|||
|
2.5
|
+
|
+
|
|||
VIII. PEMBAHASAN
Praktikum
yang dilakukan pada kali ini adalah analisis bakteri coliform terhadap sampel
air sungai menggunakan metode most probable number/angka paling mungkin 5
tabung. Dimana metode MPN/APM 5 tabung ini adalah metode analisis air yang dikhususkan
untuk menganalisis air yang belum diolah. Pada kali ini kami menggunakan sampel
air sungai yang kami dapatkan dari sungai di belakang asrama Nusa Bangsa.
Sebelum melakukan analisis yang
lebih lanjut, pertama kali yang dilakukan adalah mempersiapkan ketersediaan
alat dan bahan yang sesuai. Untuk alat, sebelum dipakai harus disterilisasi
terlebih dahulu menggunakan alat sterilisasi kering yaitu oven selama ± 1jam tentunya alat yang
disterilisasi sudah dalam keadaan tertutup/terbungkus koran. Untuk sampel
dilakukan pengambilan sampel dengan cara turun langsung ke sungai. Pada saat
mengambil sampel mulut labu Erlenmeyer steril yang digunakan dipegang dibagian
bawah dan dicelupkan hingga ±
20 cm dibawah permukaan air dengan posisi mulut labu Erlenmeyer berlawanan
dengan arah aliran. Setelah itu labu Erlenmeyer disumbat dengan kassa dan
diberi label.
Setelah alat, bahan dan sampel sudah siap, hal
selanjutnya yang dilakukan adalah pembuatan media Lactose Broth. Pada pembuatan
media ini dibuat 2 jenis, yaitu Lactose Broth Double Strength dan Lactose Broth
Single Strength. Perbedaannya adalah takaran dadi Lactose broth yang digunakan.
Pada Single Strength menggunakan Lactose broth sebanyak ± 4.5500 gram dalam 500ml sedangkan
pada Double Strength menggunakan Lactose Broth sebanyak ± 9.1000 gram dalam 500ml. hal ini dilakukan agar adanya
perbedaan konsentrasi diantara kedua media tersebut sehingga dapat
membandingkan diantara keduanya. LBDS dibuat sebanyak 5 tabung masing masing
10ml sedangkan LBSS dibuat sebanyak 10 tabung masing masing 5ml dimana tabung
yang digunakan sudah diletakkan tabung durham yang terbalik sebelumnya.
Fungsinya yaitu agar dapat mengidentifikasi akan adanya bakteri aerob yang
ditandai dengan adanya gelembung udara pada tabung durham. Jika Lactose Broth
sudah dibuat, disterilisasi secara basah menggunakan autoclave pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam.
Setelah media Lactose Broth siap, hal selanjutnya yang
dilakukan adalah melakukan uji pendugaan akan adanya bakteri coliform dengan
cara memindahkan 10ml sampel air sungai pada 5 tabung berisi Lactose Broth
Double Strength, lalu memindahkan 1ml sampel air sungai pada 5 tabung berisi
Lactose Broth Single Strength, serta memindahkan 0.1ml sampel air sungai pada 5
tabung berisi Lactose Broth Single Strength lainnya. Lalu disumbat semua mulut
tabung menggunakan kassa steril. Setelah melakukan penanaman bakteri pada
sampel ke media, semua tabung tersebut diinkubasi di dalam incubator selama ±
24-48 jam pada suhu 36°±1°C.
Setelah diinkubasi selama 24-48 jam, ternyata hasilnya
adalah semua tabung, baik itu yang double strength maupun yang single strength,
semuanya terdapat gelembung pada tabung durham. Itu artinya dari ke 15 media,
positif terdapat adanya bakteri coliform, namun belum tentu positif bakteri E.
coli. Untuk mengetahui akan adanya bakteri E.coli, harus dilakukan uji
selanjutnya yaitu uji penegasan apakah dari semua media yang positif bakteri
coliform ini positif bakteri E.coli juga.
Sebelum melakukan
uji penegasan, hal yang dilakukan yaitu membuat media Brilliant Green Lactose
Bile Broth 2%. Untuk membuat media BGLBB 2% ini dibutuhkan 20.000 gram BGLBB
untuk volume larutan 500ml. setelah itu di panaskan dalam suhu hangat dan
diaduk rata. Setelah selesai, dipindahkan 10ml media BGLBB 2% ke dalam 15
tabung dimana tabung yang digunakan sudah diletakkan tabung durham yang
terbalik sebelumnya. Fungsinya yaitu agar dapat mengidentifikasi akan adanya
bakteri aerob yang ditandai dengan adanya gelembung udara pada tabung durham.
Lalu setelah itu disumbat dengan kassa steril. Setelah media jadi, disterilisasi
secara basah menggunakan alat sterilisasi basah yaitu autoclave pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam.
Setelah
media BGLBB 2% siap digunakan, diambil masing masing 1 sengkelit biakan bakteri
pada media lactose broth sesuai label. Namun sebelumnya kawat ose harus
disterilisasi dengan cara memijarkan kawat tersebut dari pangkal hingga ujung
kawat ose. Setelah seslesai memindahkan hasil biakan tersebut, ditutup mulut
tabung dengan kassa steril lalu di inkubasi di dalam incubator selama ± 24-48 jam pada suhu
36°±1°C.
Setelah diinkubasi selama 24 jam ternyata pada tabung yang
berisi media BGLBB 2% hasil biakan LBDS 1 & LBDS 2 positif terdapat bakteri
E.coli, begitupun pada penginkubasian 48 jam, LBDS 1 & LBDS 2 positif terdapat bekteri E.coli. namun pada
tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakan LBDS 3, LBDS 4 dan LBDS 5 pada
penginkubasian 24jam hasilnya negative terdapat bakteri E.coli. tetapi pada
saat penginkubasian 48 jam, LBDS 3, LBDS 4 dan LBDS 5 positif terdapat bakteri
E.coli. pada tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakan LBSS 1.1, LBSS 1.2,
LBSS 1.3, LBSS 1.4 dan LBSS 1.5 pada penginkubasian 24 jam, semuanya negative
adanya bakteri E.coli. namun ketika pada penginkubasian 48 jam semuanya berubah
menjadi positif seluruhnya. Pada tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakan
LBSS 2.1 dan LBSS 2.3 baik pada saat waktu inkubasi 24 jam maupun 48 jam
seluruhnya positif terdapat bakteri E.coli. pada tabung yang berisi media BGLBB
2% hasil biakan LBSS 2.4 dan 2.5, pada waktu inkubasi 24 jam hasilnya adalah
negative adanya bakteri E.coli, namun pada saat waktu inkubasi 48 jam, keduanya
positif terdapat bakteri E.coli. yang terakhir yaitu tabung yang berisi media
BGLBB 2% hasil biakkan LBSS 2.2, baik pada saat waktu inkubasi 24 jam maupun 48
jam, hasilnya adalah negative terdapat bakteri E.coli. Perubahan yang
dihasilkan dari waktu 24 jam pertama dengan 24 jam kedua(48jam) ini dikarenakan
pada setiap mikroorganisme mempunyai fase tumbuh yang beragam. Ada fase lamban,
fase cepat, fase statis dan akhirnya fase kematian. Pada waktu 24 jam,
pertumbuhan belum optimum sehingga belum mencapai fase sempurnanya suatu
mikroorganisme untuk tumbuh. Walaupun dari data dapat dilihat bahwa hampir
semua media positif terdapat bakteri E.coli pada waktu inkubasi 48 jam, namun
ini belum hasil yang kongkret, setelah uji penegasan akan adanya bakteri E.coli
pada sampel, harus dilakukan pengujian terakhir yaitu uji kesempurnaan akan
kebenaran adanya bakteri E.coli yang terdapat pada sampel tersebut.
Hasil biakan yang diambil biakannya untuk dilakukan
uji kesempurnaan pada media endo agar
adalah biakan LBDS 1, LBDS2, LBDS 3, LBDS 4, LBDS 5, LBSS 1.1, LBSS 1.2, LBSS 1.3, LBSS 2.1,LBSS 2.2
dan LBSS 2.5. pada LBDS 1, LBDS 2 dan LBDS 5 yang dibiakkan didalam media BGLBB
2% mengalami fermentasi, lalu terdapat gelembung pada tabung durham dan
kemungkinan terdapat bakteri anaerob. Pada LBDS 3 tidak mengalami fermentasi,
terdapat gelembung gas pada tabung durham dan kemungkinan terdapat bakteri
anaerob. Pada LBDS 4 tidak mengalami fermentasi, terdapat gelembung gas pada
tabung durham namun tidak terdapat endapan yang kemungkinan adalah bakteri
anaerob. Pada LBSS 1.1 mengalami sedikit fermentasi, terdapat gelembung gas dan
terdapat bakteri anaerob. Begitupun pada LBSS 2.1. Pada LBSS 1.2, LBSS 1.3 dan
LBSS 2.5 terdapat gelembung gas dalam tabung durham dan tidak mengalami
fermentasi sedangkan pada LBSS 2.2 tidak terdapat gelembung gas pada tabung
durham namun mengalami proses fermentasi dan terdapat kemungkinan bakteri anaerob
Untuk melakukan uji
kesempurnaan pada sampel air sungai ini, sebelumnya dibuat media Endo agar
terlebih dahulu. Media endo agar ini adalah salah satu media yang digunakan
sebagai media tumbuhnya bakteri E.coli yang berwarna merah. Untuk membuat media
sebanyak 550ml, diperlukan endo agar sebanyak 22.8300 gram lalu dipanaskan dan
diaduk rata. Jika media sudah siap, hal yang dilakukan selanjutnya adalah
memindahkan 12ml media endo agar ke dalam tabung reaksi. Disterilisasi semua
tabung tersebut menggunakan sterilisasi basah menggunakan autoclave pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam.
Setelah media endo agar siap, pindahkan media endo
agar tersebut ke dalam cawan petri steril secara aseptic. Dibiarkan hingga
media mengeras. Jika sudah mengeras, pindahkan biakan bakteri E.coli dari
biakan media BGLBB 2% dengan cara diambil 1 sengkelit biakan tersebut
menggunakan kawat ose yang sudah dipijarkan dari ujung sampai pangkal kawatnya
dan dioles kan pada media endo agar yang telah mengeras. Cara mengoles media
tersebut dapat dilihat dalam gambar dibawah ini
Setelah
dilakukan pengolesan hasil biakan pada media endo agar, dilakukan inkubasi
selama 24-48 jam dengan suhu 36 ± 1°C menggunakan incubator.
Setelah diinkubasi selama 24 jam,
hasil olesan biakan LBDS 1, LBDS 2, LBDS 5, LBSS 2.1 dan LBSS 2.5 positif
terdapat bakteri E.coli. hal tersebut di buktikan dengan adanya kilatan logam
pada permukaan hasil olesan media endo agar. Begitu pula pada saat 24 jam kedua
(48 jam), hasilnya positif ada bakteri E.coli. namun pada hasil biakan LBDS 3,
LBDS 4, LBSS 1.1, LBSS 1.2, LBSS 1.3 dan LBSS 2.2 hasilnya negative terdapat
bakteri E.coli karena tidak terdapat kilatan logam pada hasil olesan di media
endo agar.
Setelah dilakukan 3 uji pada sampel
air sungai menggunakan metode MPN 5 tabung, untuk mengetahui jumlah perkiraan
bakteri dilihat pada table yang memberikan angka perkiraan terdekat, yang
tergantung pada kombinasi tabung positif
(yang mengandung bakteri E.coli) dan negative (yang tidak mengandung bakteri E.coli). dari 3 tahap tes. Angka tersebut tidak menunjukan konsentrasi yang sebenarnya, namun berlaku sebagai angka penunjuk E.coli tinja. Angka MPN tersebut hanya mempunyai arti statistic dengan derajat kepercayaannya (level ofsignificant) disebutkan, biasanya 95%.
(yang mengandung bakteri E.coli) dan negative (yang tidak mengandung bakteri E.coli). dari 3 tahap tes. Angka tersebut tidak menunjukan konsentrasi yang sebenarnya, namun berlaku sebagai angka penunjuk E.coli tinja. Angka MPN tersebut hanya mempunyai arti statistic dengan derajat kepercayaannya (level ofsignificant) disebutkan, biasanya 95%.
Dari
hasil data pengamatan uji kesempurnaan menunjukan bahwa jumlah tabung yang
positif adalah 3-0-2. Dilihat dari table daftar APM coliform 5 tabung, angka
yang paling mendekati adalah 11 bakteri E.coli /100ml.
IX.
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum kali ini dapat
disimpulkan bahwa dari hasil data
pengamatan uji kesempurnaan menunjukan bahwa jumlah tabung yang positif adalah
3-0-2. Dilihat dari table daftar APM coliform 5 tabung, angka yang paling
mendekati adalah 11 bakteri E.coli /100ml.
X. DAFTAR
PUSTAKA
1992. Standar Nasional Indonesia 01-2897-1992 ICS .
Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional
Santika , Sri Sumestri . 1987. METODA PENELITIAN AIR. Surabaya
: Usaha Nasional
Fittonia, Elgina. 1998. Analisis Bakteri Coliform dalam
Air es. Depok : Fakultas MIPA Universitas Indonesia.
Prakasa, Yudi & Srikandi. 2012. Diktat
Mikrobiologi. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.
Insani, Ades Terapina. 2012. Diktat Teknik Pengambilan
Sampel. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.
IX.
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum kali ini dapat
disimpulkan bahwa dari hasil data
pengamatan uji kesempurnaan menunjukan bahwa jumlah tabung yang positif adalah
3-0-2. Dilihat dari table daftar APM coliform 5 tabung, angka yang paling
mendekati adalah 11 bakteri E.coli /100ml.
X. DAFTAR
PUSTAKA
1992. Standar Nasional Indonesia 01-2897-1992 ICS .
Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional
Santika , Sri Sumestri . 1987. METODA PENELITIAN AIR. Surabaya
: Usaha Nasional
Fittonia, Elgina. 1998. Analisis Bakteri Coliform dalam
Air es. Depok : Fakultas MIPA Universitas Indonesia.
Prakasa, Yudi & Srikandi. 2012. Diktat
Mikrobiologi. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.
Insani, Ades Terapina. 2012. Diktat Teknik Pengambilan
Sampel. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.
IX.
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum kali ini dapat
disimpulkan bahwa dari hasil data
pengamatan uji kesempurnaan menunjukan bahwa jumlah tabung yang positif adalah
3-0-2. Dilihat dari table daftar APM coliform 5 tabung, angka yang paling
mendekati adalah 11 bakteri E.coli /100ml.
X. DAFTAR
PUSTAKA
1992. Standar Nasional Indonesia 01-2897-1992 ICS .
Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional
Santika , Sri Sumestri . 1987. METODA PENELITIAN AIR. Surabaya
: Usaha Nasional
Fittonia, Elgina. 1998. Analisis Bakteri Coliform dalam
Air es. Depok : Fakultas MIPA Universitas Indonesia.
Prakasa, Yudi & Srikandi. 2012. Diktat
Mikrobiologi. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.
Insani, Ades Terapina. 2012. Diktat Teknik Pengambilan
Sampel. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar