Senin, 20 Januari 2014

ANALISIS BAKTERI COLIFORM TERHADAP SAMPEL AIR SUNGAI MENGGUNAKAN METODE MPN 5 TABUNG



LAPORAN KHUSUS
ANALISIS MIKROBIOLOGI
ANALISIS BAKTERI COLIFORM TERHADAP SAMPEL AIR SUNGAI MENGGUNAKAN METODE MPN  5 TABUNG






 









DISUSUN OLEH :

      DEWI ANGGIANA PUTRI                 111210479/9963617456
     


YAYASAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DAN MUTU KEHIDUPAN NUSANTARA
SMK ANALIS KIMIA NUSA BANGSA BOGOR
2013 
 

I        TUJUAN
Agar siswa dapat melakukan uji MPN (Most Permiable Number) / APM (Angka Paling Mungkin) terhadap sampel air sungai dengan metode 5 tabung dengan baik dan benar.
II.      WAKTU PELAKSANAAN
            Tanggal mulai  : 8 Januari 2013
            Tanggal selesai: 7 Februari 2013

III.    DASAR TEORI
                        Metode MPN (Most Probable Number) terdiri dari 3 tahap, yaitu uji pendugaan (persumtive test), uji konfirmasi (confirmed test) dan uji kelengkapan (completed test). Dalam uji tahap pertama, keberadaan coliform masih dalam tingkat probabilitas rendah, masih dalam dugaan. Uji tersebut mendeteksi sifat fermentatif coliform dalam sampel.
                        Metode MPN secara garis besar dibagi menjadi 2 metode analisis, yaitu metode MPN 3 tabung dan metode MPN 5 tabung. Metode MPN 3 tabung dilakukan untuk menghitung perkiraan jumlah mikroba  terhadap sampel berbentuk cair yang sudah dalam kemasan, sedangkan metode MPN 5 tabung dilakukan untuk menghitung perkiraan jumlah mikroba  terhadap sampel berbentuk cair namun lebih mengindikasikan kepada air.
                        Prosedur tabung fermentasi dapat digunakan untuk menghitung bakteri golongan coli tinja secara tidak langsung. Prosedur ini menggunakan tabung-tabung yang mengandung media tertentu, dan pertumbuhan populasi bakteri diamati pada beberapa pengenceran. Dengan pemeriksaan ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri pada setiap konsentrasi volume pengenceran, maka jumlah populasi bakteri golongan coli tinja dapat diperkirakan secara statistic
                        Bakteri golongan coli tinja mempunyai kemampuan untuk memfermentasikan lactose pada suhu 44,5° ±0,2°C selama waktu 24 jam± 2jam, dan kemampuan ini merupakan dasar dari analisa bakteri golongan coli tinja dengan prosedur tabung fermentasi. Adanya pertumbuhan kecuali tinja dapat di ketahui bila ada gas pada tabung durham, yaitu tabung kecil volum ± 2ml yang ditempatkan dalam tabung fermentasi. Tabung durham berisi cairan yang sama dengan yang ada dalam tabung fermentasi dan letaknya terbalik sehingga sebagian gas asal fermentasi tertangkap didalam tabung durham terebut

IV.    PRINSIP KERJA
            Pertumbuhan bakteri coliform yang ditandai dengan terbentuknya gas dalam tabung durham, setelah contoh diinkubasikan dalam pembenihan yang cocok pada suhu 36± 1°C selama 24-48 jam dan selanjutnya dirujuk pada table APM

V.      ALAT DAN BAHAN
            ALAT                                                 BAHAN
1.      Autoclave                          1. Aquadest    
2.      Batang pengaduk              2. Media Endo Agar
3.      Bulp                                  3. Media Lactose Broth
4.      Bunsen                              4. Media Brilliant Green Lactose Bile Broth 2%
5.      Cawan petri                       5. Sampel Air Sungai
6.      Gelas piala
7.      Gelas ukur
8.      Hotplate
9.      Incubator  
10.  Kaca arloji
11.  Kawat ose
12.  Labu Erlenmeyer
250ml & 1000ml
13.  Neraca
14.  Pipet ukur 1ml&10ml
15.  Rak tabung
16.  Spatula
17.  Tabung durham
18.  Tabung reaksi




VI.    PROSEDUR KERJA

A.    PREPARASI ALAT
1.      Disiapkan alat yang akan di sterilisasi
2.      Dibilas alat dengan air, alcohol, dan keringkan.
3.      Disumbat mulut pipet dengan kapas
4.      Dibungkus alat menggunaka Koran
5.      Disterilisasi alat menggunakan oven dengan suhu 160-180°C selama 1 jam.
B.     PEMBUATAN MEDIA LACTOSE BROTH
a.       Media Lactose Broth Double Strength
1.      Ditimbang 9.1002 gram Lactose Broth
2.      Dilarutkan kedalam labu Erlenmeyer sampai volume larutan 400ml
3.      Dipipet sebanyak 10ml Lactose broth double strength dan dimasukkan kedalam 5 tabung reaksi yang berbeda yang sebelumnya sudah dimasukkan tabung durham terbalik. Sumbat dengan kassa.
4.      Disterilisasi media tersebut menggunakan autoclave.
5.      Dibiarkan suhu dan tekanan naik hingga mencapai suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam
b.      Media Lactose Broth Single Strength
1.      Ditimbang 4.5000 gram Lactose Broth
2.      Dilarutkan kedalam labu Erlenmeyer sampai volume larutan 400ml
3.      Dipipet sebanyak 5ml Lactose broth double strength dan dimasukkan kedalam 10 tabung reaksi yang berbeda yang sebelumnya sudah dimasukkan tabung durham terbalik. Sumbat dengan kassa.
4.      Disterilisasi media tersebut menggunakan autoclave.
5.      Dibiarkan suhu dan tekanan naik hingga mencapai suhu 121°C dan tekanan 1 atm  selama ±1jam
C.     UJI SANGKAAN (PERSUMTIVE TEST)
1.      Dimasukkan 10ml sampel air sungai kedalam 5 tabung reaksi yang berbeda yang berisi 10ml media Lactose Broth Double Strength yang sebelumnya sudah dimasukkan tabung durham terbalik
2.      Dimasukkan 1ml sampel air sungai kedalam 10 tabung reaksi yang berbeda yang berisi 5ml media Lactose Broth Single Strength yang sebelumnya sudah dimasukkan tabung durham terbalik
3.      Disimpan semua tabung pada lemari pengeram (incubator) pada suhu 36 ±1°C selama 24-48jam.
4.      Dicatat jumlah tabung yang membentuk gas pada masing masing tabung setelah 24 jam, dan simpan kembali tabung ke dalam incubator pada suhu 36 ±1°C selama 24 jam selanjutnya dan catat jumlah tabung yang membentuk gas pada waktu 2x24jam.
D.    PEMBUATAN MEDIA BRILLIANT GREEN LACTOSE BILE BROTH 2%
1.      Ditimbang sebanyak 20.0000 gram BGLBB
2.      Dilarutkan kedalam labu Erlenmeyer sampai volume larutan 500ml
3.      Dipanaskan dalam suhu hangat
4.      Dipipet 10ml media BGLBB 2% tersebut dan dimasukkan kedalam 15 tabung reaksi yang berbeda yang sebelumnya sudah dimasukkan tabung durham terbalik.
5.      Disterilisasi media tersebut menggunakan autoclave.
6.      Dibiarkan suhu dan tekanan naik hingga mencapai suhu 121°C dan tekanan 1 atm  selama ±1jam
E.     UJI PENEGASAN (CONFIRMED TEST)
1.      Dipindahkan sebanyak 1 sengkelit dari tiap tabung yang membentuk gas pada media LBDS & LBSS ke dalam tabung yang berisi 10ml BGLBB 2%.
2.      Dimasukkan semua tabung kedalam lemari pengeram (incubator) pada suhu 36±1 °C selama 24-48jam.
Adanya gas pada tabung BGLBB 2% memperkuat adanya bakteri E.coli dalam contoh.
3.      Dicatat jumlah tabung yang membentuk gas pada uji penegasan di masing masing tabung
F.      PEMBUATAN MEDIA ENDO AGAR
1.      Ditimbang endo agar 22.8300 gram
2.      Dilarutkan di dalam labu Erlenmeyer dengan aquadest hingga volume larutan 550ml.
3.      Dipanaskan dalam suhu hangat
4.      Dipipet 12ml media endo agar tersebut dan dimasukkan kedalam 15 tabung reaksi yang berbeda yang sebelumnya sudah dimasukkan tabung durham terbalik.
5.      Disterilisasi media tersebut menggunakan autoclave.
6.      Dibiarkan suhu dan tekanan naik hingga mencapai suhu 121°C dan tekanan 1 atm  selama ±1jam
G.    UJI KESEMPURNAAN (COMPLETED TEST)
1.      Dipindahkan 12ml endo agar dari tabung reaksi ke cawan petri secara aseptic
2.      Disterilkan kawat ose dengan cara dipanaskan hingga berpijar diatas api mulai dari pangkal hingga ujung kawat ose
3.      Dibuka sumbat kapas, dipanaskan mulut tabung diatas api sambil digerakkan ke kanan-kiri sebanyak 2 kali
4.      Diambil sedikit biakan dari media BGLBB 2% didalam tabung oleh bagian sudut kawat yang sudah dipijarkan. Pada saat pengambilan dianjurkan untuk menempelkan kawat ose panas di pinggir tabung agar tidak terlalu panas.
5.      Diambil cawan petri yang berisi media endo agar yang sudah mengeras
6.      Dioles  biakan di kawat ose tersebut kedalam cawan petri yang berisi media endo agar pada bagian atas, bawah, kanan, kiri dan tengah sebanyak 5 kali olesan. Diberi label.
7.      Dimasukkan semua cawan petri  kedalam lemari pengeram (incubator) pada suhu 36±1 °C selama 24-48jam. Adanya goresan logam yang mengkilap  pada cawan petri yang berisi media endo agar memperkuat adanya bakteri E.coli dalam contoh
 

VII.   PENGAMATAN
1.      WAKTU STERILISASI ALAT
Waktu masuk sterilisasi           : 14.30 WIB
Waktu keluar sterilisasi           : 15.30 WIB
2.      PEMBUATAN MEDIA LBDS & LBSS
a.       Data penimbangan Lactose Broth Double Strength
Bobot kaca arloji + zat      =          30.0429           gram
Bobot kaca arloji kosong  =          20.9427           gram
Bobot zat                          =          9.1002            gram
b.      Data penimbangan Lactose Broth Single Strength
Bobot kaca arloji + zat      =          25.5651           gram
Bobot kaca arloji kosong  =          21.0150           gram
Bobot zat                          =          4.5501            gram

c.       Waktu sterilisasi media LBDS & LBSS
Jam masuk                         =          15.00 WIB
Jam mendesis                    =          15.05 WIB
Jam sterilisasi                    =          15.35 WIB
Jam selesai sterilisasi         =          15.50 WIB
Jam keluar                         =          15.58 WIB
3.  PENGAMATAN UJI PENDUGAAN (PERSUMTIVE TEST)
NO
MEDIA
SERI
24 JAM
48 JAM
1
LBDS
1
+
+
2
+
+
3
+
+
4
+
+
5
+
+
2
LBSS
(sampel 1 ml)
1.1
+
+
1.2
+
+
1.3
+
+
1.4
+
+
1.5
+
+
3
LBSS
(sampel 0.1ml)
2.1
+
+
2.2
+
+
2.3
+
+
2.4
+
+
2.5
+
+











2.    PEMBUATAN MEDIA BGLBB 2 %
a.       Data penimbangan Brilliant Green Lactose Bile Broth
Bobot kaca arloji + zat      =          40.8021           gram
Bobot kaca arloji kosong  =          20.8019           gram
Bobot zat                          =          20.0002           gram
b.      Waktu sterilisasi media BGLBB 2%
Jam masuk                         =          14.40 WIB
Jam mendesis                    =          14.55 WIB
Jam sterilisasi                    =          15.12 WIB
Jam selesai sterilisasi         =          15.28 WIB
Jam keluar                         =          15.35 WIB



3.    PENGAMATAN UJI PENEGASAN (CONFIRMED TEST)
NO
MEDIA
MEDIA HASIL BIAKAN
SERI
WAKTU
24 JAM
48 JAM
1
BGLBB 2%
LBDS
1
+
+
2
+
+
3
-
+
4
-
+
5
-
+
2
BGLBB 2%
LBSS
(sampel 1 ml)
1.1
-
+
1.2
-
+
1.3
-
+
1.4
-
+
1.5
-
+
3
BGLBB 2%
LBSS
(sampel 0.1ml)
2.1
+
+
2.2
-
-
2.3
+
+
2.4
-
+
2.5
-
+

4.    PEMBUATAN MEDIA ENDO AGAR
a.       Takaran media endo agar = 41.5000 gram dalam 1 liter
Jadi untuk membuat media endo agar sebanyak 550ml dibutuhkan endo agar sebanyak 22.83 gram.
b.      Waktu sterilisasi media endo agar
Jam masuk                         =          14.55 WIB
Jam mendesis                    =          15.10 WIB
Jam sterilisasi                    =          15.28 WIB
Jam selesai sterilisasi         =          15.43 WIB
Jam keluar                         =          15.48 WIB

5.        PENGAMATAN UJI KESEMPURNAAN (COMPLETED TEST)
NO
MEDIA
MEDIA HASIL BIAKAN
SERI
WAKTU
24 JAM
48 JAM
1
Endo agar
LBDS
1
+
+
2
+
+
3
-
-
4
-
-
5
+
+
2
Endo agar
LBSS
(sampel 1 ml)
1.1
-
-
1.2
-
-
1.3
-
-
3
Endo agar
LBSS
(sampel 0.1ml)
2.1
+
+
2.2
-
-
2.5
+
+

 
VIII.  PEMBAHASAN
          Praktikum yang dilakukan pada kali ini adalah analisis bakteri coliform terhadap sampel air sungai menggunakan metode most probable number/angka paling mungkin 5 tabung. Dimana metode MPN/APM 5 tabung ini adalah metode analisis air yang dikhususkan untuk menganalisis air yang belum diolah. Pada kali ini kami menggunakan sampel air sungai yang kami dapatkan dari sungai di belakang asrama Nusa Bangsa.
            Sebelum melakukan analisis yang lebih lanjut, pertama kali yang dilakukan adalah mempersiapkan ketersediaan alat dan bahan yang sesuai. Untuk alat, sebelum dipakai harus disterilisasi terlebih dahulu menggunakan alat sterilisasi kering yaitu oven selama ± 1jam tentunya alat yang disterilisasi sudah dalam keadaan tertutup/terbungkus koran. Untuk sampel dilakukan pengambilan sampel dengan cara turun langsung ke sungai. Pada saat mengambil sampel mulut labu Erlenmeyer steril yang digunakan dipegang dibagian bawah dan dicelupkan hingga ± 20 cm dibawah permukaan air dengan posisi mulut labu Erlenmeyer berlawanan dengan arah aliran. Setelah itu labu Erlenmeyer disumbat dengan kassa dan diberi label.
Setelah alat, bahan dan sampel sudah siap, hal selanjutnya yang dilakukan adalah pembuatan media Lactose Broth. Pada pembuatan media ini dibuat 2 jenis, yaitu Lactose Broth Double Strength dan Lactose Broth Single Strength. Perbedaannya adalah takaran dadi Lactose broth yang digunakan. Pada Single Strength menggunakan Lactose broth sebanyak ± 4.5500 gram dalam 500ml sedangkan pada Double Strength menggunakan Lactose Broth sebanyak ± 9.1000 gram dalam 500ml. hal ini dilakukan agar adanya perbedaan konsentrasi diantara kedua media tersebut sehingga dapat membandingkan diantara keduanya. LBDS dibuat sebanyak 5 tabung masing masing 10ml sedangkan LBSS dibuat sebanyak 10 tabung masing masing 5ml dimana tabung yang digunakan sudah diletakkan tabung durham yang terbalik sebelumnya. Fungsinya yaitu agar dapat mengidentifikasi akan adanya bakteri aerob yang ditandai dengan adanya gelembung udara pada tabung durham. Jika Lactose Broth sudah dibuat, disterilisasi secara basah menggunakan autoclave pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam.
Setelah media Lactose Broth siap, hal selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan uji pendugaan akan adanya bakteri coliform dengan cara memindahkan 10ml sampel air sungai pada 5 tabung berisi Lactose Broth Double Strength, lalu memindahkan 1ml sampel air sungai pada 5 tabung berisi Lactose Broth Single Strength, serta memindahkan 0.1ml sampel air sungai pada 5 tabung berisi Lactose Broth Single Strength lainnya. Lalu disumbat semua mulut tabung menggunakan kassa steril. Setelah melakukan penanaman bakteri pada sampel ke media, semua tabung tersebut diinkubasi di dalam incubator selama ± 24-48 jam pada suhu 36°±1°C.
Setelah diinkubasi selama 24-48 jam, ternyata hasilnya adalah semua tabung, baik itu yang double strength maupun yang single strength, semuanya terdapat gelembung pada tabung durham. Itu artinya dari ke 15 media, positif terdapat adanya bakteri coliform, namun belum tentu positif bakteri E. coli. Untuk mengetahui akan adanya bakteri E.coli, harus dilakukan uji selanjutnya yaitu uji penegasan apakah dari semua media yang positif bakteri coliform ini positif bakteri E.coli juga.
Sebelum melakukan uji penegasan, hal yang dilakukan yaitu membuat media Brilliant Green Lactose Bile Broth 2%. Untuk membuat media BGLBB 2% ini dibutuhkan 20.000 gram BGLBB untuk volume larutan 500ml. setelah itu di panaskan dalam suhu hangat dan diaduk rata. Setelah selesai, dipindahkan 10ml media BGLBB 2% ke dalam 15 tabung dimana tabung yang digunakan sudah diletakkan tabung durham yang terbalik sebelumnya. Fungsinya yaitu agar dapat mengidentifikasi akan adanya bakteri aerob yang ditandai dengan adanya gelembung udara pada tabung durham. Lalu setelah itu disumbat dengan kassa steril. Setelah media jadi, disterilisasi secara basah menggunakan alat sterilisasi basah yaitu autoclave pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam.
Setelah media BGLBB 2% siap digunakan, diambil masing masing 1 sengkelit biakan bakteri pada media lactose broth sesuai label. Namun sebelumnya kawat ose harus disterilisasi dengan cara memijarkan kawat tersebut dari pangkal hingga ujung kawat ose. Setelah seslesai memindahkan hasil biakan tersebut, ditutup mulut tabung dengan kassa steril lalu di inkubasi di dalam incubator selama ± 24-48 jam pada suhu 36°±1°C.
Setelah diinkubasi selama 24 jam ternyata pada tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakan LBDS 1 & LBDS 2 positif terdapat bakteri E.coli, begitupun pada penginkubasian 48 jam, LBDS 1 & LBDS 2  positif terdapat bekteri E.coli. namun pada tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakan LBDS 3, LBDS 4 dan LBDS 5 pada penginkubasian 24jam hasilnya negative terdapat bakteri E.coli. tetapi pada saat penginkubasian 48 jam, LBDS 3, LBDS 4 dan LBDS 5 positif terdapat bakteri E.coli. pada tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakan LBSS 1.1, LBSS 1.2, LBSS 1.3, LBSS 1.4 dan LBSS 1.5 pada penginkubasian 24 jam, semuanya negative adanya bakteri E.coli. namun ketika pada penginkubasian 48 jam semuanya berubah menjadi positif seluruhnya. Pada tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakan LBSS 2.1 dan LBSS 2.3 baik pada saat waktu inkubasi 24 jam maupun 48 jam seluruhnya positif terdapat bakteri E.coli. pada tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakan LBSS 2.4 dan 2.5, pada waktu inkubasi 24 jam hasilnya adalah negative adanya bakteri E.coli, namun pada saat waktu inkubasi 48 jam, keduanya positif terdapat bakteri E.coli. yang terakhir yaitu tabung yang berisi media BGLBB 2% hasil biakkan LBSS 2.2, baik pada saat waktu inkubasi 24 jam maupun 48 jam, hasilnya adalah negative terdapat bakteri E.coli. Perubahan yang dihasilkan dari waktu 24 jam pertama dengan 24 jam kedua(48jam) ini dikarenakan pada setiap mikroorganisme mempunyai fase tumbuh yang beragam. Ada fase lamban, fase cepat, fase statis dan akhirnya fase kematian. Pada waktu 24 jam, pertumbuhan belum optimum sehingga belum mencapai fase sempurnanya suatu mikroorganisme untuk tumbuh. Walaupun dari data dapat dilihat bahwa hampir semua media positif terdapat bakteri E.coli pada waktu inkubasi 48 jam, namun ini belum hasil yang kongkret, setelah uji penegasan akan adanya bakteri E.coli pada sampel, harus dilakukan pengujian terakhir yaitu uji kesempurnaan akan kebenaran adanya bakteri E.coli yang terdapat pada sampel tersebut.
Hasil biakan yang diambil biakannya untuk dilakukan uji kesempurnaan pada media endo agar  adalah biakan LBDS 1, LBDS2, LBDS 3, LBDS 4, LBDS 5, LBSS  1.1, LBSS 1.2, LBSS 1.3, LBSS 2.1,LBSS 2.2 dan LBSS 2.5. pada LBDS 1, LBDS 2 dan LBDS 5 yang dibiakkan didalam media BGLBB 2% mengalami fermentasi, lalu terdapat gelembung pada tabung durham dan kemungkinan terdapat bakteri anaerob. Pada LBDS 3 tidak mengalami fermentasi, terdapat gelembung gas pada tabung durham dan kemungkinan terdapat bakteri anaerob. Pada LBDS 4 tidak mengalami fermentasi, terdapat gelembung gas pada tabung durham namun tidak terdapat endapan yang kemungkinan adalah bakteri anaerob. Pada LBSS 1.1 mengalami sedikit fermentasi, terdapat gelembung gas dan terdapat bakteri anaerob. Begitupun pada LBSS 2.1. Pada LBSS 1.2, LBSS 1.3 dan LBSS 2.5 terdapat gelembung gas dalam tabung durham dan tidak mengalami fermentasi sedangkan pada LBSS 2.2 tidak terdapat gelembung gas pada tabung durham namun mengalami proses fermentasi dan terdapat kemungkinan bakteri anaerob
Untuk melakukan uji kesempurnaan pada sampel air sungai ini, sebelumnya dibuat media Endo agar terlebih dahulu. Media endo agar ini adalah salah satu media yang digunakan sebagai media tumbuhnya bakteri E.coli yang berwarna merah. Untuk membuat media sebanyak 550ml, diperlukan endo agar sebanyak 22.8300 gram lalu dipanaskan dan diaduk rata. Jika media sudah siap, hal yang dilakukan selanjutnya adalah memindahkan 12ml media endo agar ke dalam tabung reaksi. Disterilisasi semua tabung tersebut menggunakan sterilisasi basah menggunakan autoclave pada suhu 121°C dan tekanan 1 atm selama ±1jam.
Setelah media endo agar siap, pindahkan media endo agar tersebut ke dalam cawan petri steril secara aseptic. Dibiarkan hingga media mengeras. Jika sudah mengeras, pindahkan biakan bakteri E.coli dari biakan media BGLBB 2% dengan cara diambil 1 sengkelit biakan tersebut menggunakan kawat ose yang sudah dipijarkan dari ujung sampai pangkal kawatnya dan dioles kan pada media endo agar yang telah mengeras. Cara mengoles media tersebut dapat dilihat dalam gambar dibawah ini
endo.jpg 







Setelah dilakukan pengolesan hasil biakan pada media endo agar, dilakukan inkubasi selama 24-48 jam dengan suhu 36 ± 1°C menggunakan incubator.
            Setelah diinkubasi selama 24 jam, hasil olesan biakan LBDS 1, LBDS 2, LBDS 5, LBSS 2.1 dan LBSS 2.5 positif terdapat bakteri E.coli. hal tersebut di buktikan dengan adanya kilatan logam pada permukaan hasil olesan media endo agar. Begitu pula pada saat 24 jam kedua (48 jam), hasilnya positif ada bakteri E.coli. namun pada hasil biakan LBDS 3, LBDS 4, LBSS 1.1, LBSS 1.2, LBSS 1.3 dan LBSS 2.2 hasilnya negative terdapat bakteri E.coli karena tidak terdapat kilatan logam pada hasil olesan di media endo agar.
            Setelah dilakukan 3 uji pada sampel air sungai menggunakan metode MPN 5 tabung, untuk mengetahui jumlah perkiraan bakteri dilihat pada table yang memberikan angka perkiraan terdekat, yang tergantung pada kombinasi tabung positif
(yang mengandung bakteri E.coli) dan negative (yang tidak mengandung bakteri E.coli). dari 3 tahap tes. Angka tersebut tidak menunjukan konsentrasi yang sebenarnya, namun berlaku sebagai angka penunjuk E.coli tinja. Angka MPN tersebut hanya mempunyai arti statistic dengan derajat kepercayaannya (level ofsignificant) disebutkan, biasanya 95%.
Dari hasil data pengamatan uji kesempurnaan menunjukan bahwa jumlah tabung yang positif adalah 3-0-2. Dilihat dari table daftar APM coliform 5 tabung, angka yang paling mendekati adalah 11 bakteri E.coli /100ml.

IX.    KESIMPULAN
            Dari hasil praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa  dari hasil data pengamatan uji kesempurnaan menunjukan bahwa jumlah tabung yang positif adalah 3-0-2. Dilihat dari table daftar APM coliform 5 tabung, angka yang paling mendekati adalah 11 bakteri E.coli /100ml.
X.      DAFTAR PUSTAKA

1992. Standar Nasional Indonesia 01-2897-1992 ICS . Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional

Santika , Sri Sumestri . 1987. METODA PENELITIAN AIR. Surabaya : Usaha Nasional

Fittonia, Elgina. 1998. Analisis Bakteri Coliform dalam Air es. Depok : Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Prakasa, Yudi & Srikandi. 2012. Diktat Mikrobiologi. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.

Insani, Ades Terapina. 2012. Diktat Teknik Pengambilan Sampel. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.

IX.    KESIMPULAN
            Dari hasil praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa  dari hasil data pengamatan uji kesempurnaan menunjukan bahwa jumlah tabung yang positif adalah 3-0-2. Dilihat dari table daftar APM coliform 5 tabung, angka yang paling mendekati adalah 11 bakteri E.coli /100ml.
X.      DAFTAR PUSTAKA

1992. Standar Nasional Indonesia 01-2897-1992 ICS . Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional

Santika , Sri Sumestri . 1987. METODA PENELITIAN AIR. Surabaya : Usaha Nasional

Fittonia, Elgina. 1998. Analisis Bakteri Coliform dalam Air es. Depok : Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Prakasa, Yudi & Srikandi. 2012. Diktat Mikrobiologi. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.

Insani, Ades Terapina. 2012. Diktat Teknik Pengambilan Sampel. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.

IX.    KESIMPULAN
            Dari hasil praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa  dari hasil data pengamatan uji kesempurnaan menunjukan bahwa jumlah tabung yang positif adalah 3-0-2. Dilihat dari table daftar APM coliform 5 tabung, angka yang paling mendekati adalah 11 bakteri E.coli /100ml.
X.      DAFTAR PUSTAKA

1992. Standar Nasional Indonesia 01-2897-1992 ICS . Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional

Santika , Sri Sumestri . 1987. METODA PENELITIAN AIR. Surabaya : Usaha Nasional

Fittonia, Elgina. 1998. Analisis Bakteri Coliform dalam Air es. Depok : Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Prakasa, Yudi & Srikandi. 2012. Diktat Mikrobiologi. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.

Insani, Ades Terapina. 2012. Diktat Teknik Pengambilan Sampel. Bogor : SMK Analis Kimia Nusa Bangsa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar